• SMP FK BINA MUDA CICALENGKA
  • KIPAS: Kreatif, Inovatif, Prestasi, Asri, Santun

SOSOK TELADAN BERPANCASILA DALAM DUNIA PENDIDIKAN

M. Natsir sosok teladan berpancasila dalam dunia Pendidikan

Oleh : Dadang Muslim

 

https://id.pinterest.com/pin/189573465554095200/

 

“Cendikiawan Dr Yudi Latif menyatakan Mohammad Natsir adalah contoh lengkap realisasi lima sila dalam Pancasila. Ia unggul di semua sila itu.” (Buku M. Natsir Negarawan Dai Guru teladan Karya Dr. Adian Husaini)“Cendikiawan Dr Yudi Latif menyatakan Mohammad Natsir adalah contoh lengkap realisasi lima sila dalam Pancasila. Ia unggul di semua sila itu.” (Buku M. Natsir Negarawan Dai Guru teladan Karya Dr. Adian Husaini)
M. Natsir adalah sosok yang tidak asing bagi penulis, Ketika masing sekolah di Pesantren Persatuan Islam 19 Bentar Garut sosok beliau selalu dibicarakan oleh para guru, mereka menyebutnya Tokoh Jamiyah (Tokoh organisasi PERSIS), kisah yang membekas adalah kesederahanannya, yaitu Ketika jas beliau sobek dan menjahitnya sendiri, sedangkan posisi beliau Ketika itu sebagai Perdana Menteri pertama Republik Indonesia, karena sebelum bentuk Negara Kesatuan (NKRI) Indonesia menganut politik Federasi.
Semakin bertambahannya pengetahuan, maka bertambah informasi mengenai sosok M. Natsir, mulai dari sebagai Ketua Partai Islam Masyumi, tokoh yang mengusulkan bentuk negara NKRI yang dikenal dengan “Mosi Integral Natsir”, Pendiri Pendidikan Islam (Pendis) dengan konsep pendidikan yang mengIntergrasikan Ilmu pengetahuan dengan Islam, karena menurut beliau tidak ada dikotomi Ilmu Umum dan agama, karena pada hakekatnya ilmu harus bermanfaat dengan kategori Fardhu ‘Ain (ilmu yang harus dimiliki oleh semua orang) dan Fardhu Kifayah (Ilmu yang harus dimiliki oleh sebagian orang).
M. Natsir sosok yang tegas dalam memperjuangkan keyakinannya, dan kuat dalam menyampaikan ide keislamannya. pemikirannya dikagumi oleh kawan-kawannya, disegani oleh lawan-lawannya dan teladan bagi para penerusnya. Sosoknya pemersatu, kawan dan lawan tidak dibeda-bedakan. Ada kisah yang menarik dalam hal ini, di rapat sidang konstituante (DPR/MPR-nya pada masa itu) dengan gigihnya M. Natsir dan Partai Masyumi memperjuangkan disahkan Kembali Piagam Jakarta sebagai dasar negara Indonesia, kegigihan M. Natsir tentunya sangat berlawan dengan para politisi Partai Komunis Indonesia (PKI) yang tidak menginginkan Islam sebagai dasar negara. Rivalitas dalam sidang Konstituante antara Partai Masyumi yang diwakili oleh M. Natsir dan PKI yang diwakili D.N. Aidit sangat sengit dalam memperjuangan idenya masing-masing. Akan tetapi diluar sidang Natsir sebagai tokoh yang anti Komunis, memperlakukan lawan debatnya yaitu D.N. Aidit dengan santun. Menyeduh kopi Bersama di warung kopi dan membicarakan kehidupan keluarga masing-masing.
Banyak penerbitan buku yang membicarakan kehebatan M. Natsir sebagai Negarawan, Da’I, Guru dan tokoh organisasi masyarakat Islam. Beliau sangat konsen dalam dunia pendidikan apalagi setelah perjuangan politiknya dimatikan pada masa Orde Baru. Banyak lembaga pendidik yang didirikan oleh beliau salah satunya Universitas Islam Indonesia (UII), PENDIS dan yang lainnya. Salah satu ungkapan beliau yang populer yaitu “suatu bangsa tidak akan maju, sebelum ada di antara bangsa itu segolongan guru yang suka berkorban untuk keperluan bangsa”. Ungkapan ini bukan hanya sekedar ungkapan beliau memberikan teladan Ketika mendirikan PENDIS, beliau menggadaikan perhiasan istrinya untuk membiayai oprasional PENDIS yang beliau dirikan. Keteladanan seperti ini yang mengangkat derajat beliau.
Konsep dari tujuan pendidikan M. Natsir yang ideal di kutip dalam buku Dr. Adian Husaini terbaru dengan judul M. Natsir Negarawan Guru Dai Teladan yaitu; “Dasar didikan kami ialah Tauhid, jang tersimpul dalam dua kalimat-syahadat, Tauhid jang mendjadi pokok dari kemerdekaan dan kekuatan ruhani, dasar dari kemadjuan dan ketjerdasan manusia. Tudjuan Pendidikan kami ialah mendidik anak-anak kami, agar sanggup memenuhi syarat-syarat penghidupan manusia sebagai yang tersimpul dalam kalam Alllah: “Wabtaghi fimaata-kallahud-daral-achirata…, wa la tansa  nashibaka minad-dun-ya supaja anak-anak kami itu dapat memenuhi kewajiban-kewajiban jang perlu mencapai tingkat “Hamba Allah”…”. Tujuan Pendidikan M. Natsir masih relevan untuk diperjuangkan dengan kondisi rusaknya dunia Pendidikan saat ini yang dikuasai oleh hegemoni barat yang memiliki semangat tuhan telah dimanusiakan dan manusia telah dituhankan serta menjauhkan manusia dari fitrahnya yaitu sebagai Hamba Allah. 
Beruntung kita memiliki konsitusi Pendidikan yang baik sesuai dengan fitrah manusia sebagaimana tercantum dalam Pasal 31 ayat (3) UUD 1945 menyatakan bahwa "Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang". Walaupun isi dari konsitusi tersebut belum dijalankan sepenuhnya sesuai harapan para perumusnya. Rumusan konsitusi tersebut tidak terlahir begitu saja, tentunya lahir dari saripati pemikiran para tokoh Pendidikan bangsa diantaranya  K.H Hasyim Ashari, K.H. Ahmad Dahlan, HOS Tjokroaminoto, KI Hajar Dewantara dan tokoh lainnya. Yang lahir dari pemikiran Pendidikan bagian dari perjuangan melawan Penjajahan salah satu kritikan dari KI Hajar Dewantara terhadapan Pendidikan kolonilasime  yaitu “Pendidikan dalam semangat colonial telah mencegah terciptanya masyarakat social mandiri dan merdeka lahir batin, hanya menghasilkan suatu kehidupan yang tergantung kepada bangsa-bangsa barat”.
Harapan dari pasal 31 ayat 3 UUD 1945 yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia bukan hanya sebagai slogan semata tetapi dijalankan sepenuhnya oleh para pemangku jabatan saat ini. Jangan sampai benar adanya ungkapan Muchtar Lubis bahwa orang Indonesia memiliki enam ciri salah satu Hipokrit (munafik) Slogan hanya sebagai slogan tanpa aksi yang nyata. Wallau’alam
#GuruPejuangCicalengka, 25082025

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Dawai dalam Kehidupan

Dawai dalam Kehidupan Aku ingin menyukainya, sama seperti aku menyukaimu. Karya Fanny Hanifa Muslimah, S.Pd   Aku menyukai hujan lebih dari apapun. Aku bisa betah berlama

24/04/2025 21:29 - Oleh Humas SMP FK Bina Muda - Dilihat 491 kali
Untuk Arini

Untuk Arini Aku masih mendesak Tuhan agar bisa melihat engkau kembali ke dalam rengkuhanku. Karya: Fanny Hanifa Muslimah, S.Pd   Ibu Kota, 20 Januari 2010 Untuk Ari

24/04/2025 21:10 - Oleh Humas SMP FK Bina Muda - Dilihat 656 kali
INDONESIAKU

INDONESIAKU Karya Kiera Azwa Iskandar (Siswi kelas VIII SMP FK Bina Muda) Ketika aku keluar dari rumah Pemandangan yang tidak kubayangkan munculBanyak sampah berserakan di sekit

18/04/2025 20:50 - Oleh Humas SMP FK Bina Muda - Dilihat 495 kali
Meraih Ramadhan Terindah

Meraih Ramadhan Terindah Oleh Dra. Elah Jamilah    Allah Berfirman Dalam Surat Al Baqoroh Ayat 183   Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibk

18/04/2025 20:43 - Oleh Humas SMP FK Bina Muda - Dilihat 481 kali
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H

Taqabbalallahu minna wa minkum, Taqabbal ya Karim Minnal Aidzin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin 1446 H   Alhamdulillah kita sudah melaksanakan ibadah shaum satu bulan p

08/04/2025 19:13 - Oleh Humas SMP FK Bina Muda - Dilihat 568 kali
PENILAIAN SUMATIF TENGAH SEMESTER 2 TAHUN AJARAN 2024 - 2025

Setiap anak merupakan individu yang memiliki keunikan masing-masing. Baik itu dari segi minat, bakat, kemampuan dan kegemaran. Dalam dunia pendidikan, hal seperti itu merupakan hal yang

15/03/2025 20:33 - Oleh Humas SMP FK Bina Muda - Dilihat 651 kali
WORKSHOP PENDIDIKAN dan KOMUNITAS BELAJAR PRAKTEK BAIK SMP FK BINA MUDA TAHUN 2025

WORKSHOP PENDIDIKAN " PARENTING POSITIF" dan KOMUNITAS BELAJAR PRAKTEK BAIK "KAIFIYAT WUDLU SHOLAT" SMP FK BINA MUDA TAHUN 2025 Dengan tema "Terbentuknya Generasi Emas dalam Bing

28/02/2025 15:31 - Oleh Humas SMP FK Bina Muda - Dilihat 692 kali
Mapag Ramadhan 1446 H bersama seluruh civitas Yayasan Pendidikan dan Sosial Bina Muda

Marhaban Ya Ramadhan.. Seluruh Yayasan Pendidikan dan Sosial Bina Muda khususnya SMP FK Bina Muda telah melaksanakan "Mapag Ramadhan" dengan pemateri Dr. H. Nase Saepudin Zuhri, S.Ag,

23/02/2025 20:53 - Oleh Humas SMP FK Bina Muda - Dilihat 587 kali
Yayasan Bina Muda Cicalengka Menggelar Acara Pelantikan Kepala Sekolah serentak dari TK – SDIT – SMP FK – SMA Periode Tahun 2024-2028

Oleh: Hilmi Fauziah, S.Pd.   CICALENGKA — Yayasan Pendidikan dan Sosial Bina Muda mengadakan acara pelantikan kepala sekolah dari jenjang Taman Kanak-kanak sampai tingkat S

02/11/2024 21:19 - Oleh Humas SMP FK Bina Muda - Dilihat 1215 kali
Komunitas Belajar IPB (IPS, PJOK, BK)

Menghidupkan Diskusi Awal Kemajuan PeradabanOleh : Dadang Muslim, S.Pd Di hari Selasa pukul 06.08 ada pesan Undangan pertemuan di Grup WhatApps Komunitas Belajar Dalam Sekolah “I

07/03/2024 12:34 - Oleh Humas SMP FK Bina Muda - Dilihat 1396 kali